Home | Berita | Susunan Pengurus | Hubungi Kami
Bagi yang akan berinfak untuk perjuangan tersebut, silahkan di transfer ke rekening :
BCA : 7400 3772 30    |    Mandiri : 167 0000 2112 26
a/n. Dwi Wahyu Sulistyo

Konfirmasi setelah transfer ke : 0856 91166 813, 0813 8277 4992
Jl. Camar No. 73 RT 01/ 07 Jatiraden,
Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat - Indonesia
Mobile : 0821 1143 0634, 0813 8506 1996

Pekikan Takbir Bergema Saat PTUN Bandung Batalkan IMB Gereja Kalamiring

 

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Barat, Edi Firmansyah membacakan hasil sidang yang mengabulkan permohonan penggugat terkait kasus perijinan Gereja Kalamiring yang didirikan di Jalan Raya Kranggan RT/04/04 Jatisampurna, Kota Bekasi pada hari ini, Kamis, 20 Maret 2014.

Sontak, putusan hakim itu langsung disambut pekikan takbir ribuan umat Islam yang mengawal jalannya persidangan itu.

Majelis Hakim memutuskan bahwa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Stanislaus Kostka di Kalamiring batal demi hukum karena terbukti melakukan sejumlah pelanggaran, seperti pemalsuan identitas dan tanda tangan warga sebagai salah satu syarat persetujuan pendirian rumah ibadah.

Mengomentari putusan hakim, mantan misonaris yang kini menjadi da’i dan aktifis FUI, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menegaskan bahwa putusan itu memang seharusnya dilakukan.

“Ya memang seharusnya apa yang diputuskan terkait Gereja Kalamiring itu seperti itu, karena memang dari awalnya sudah bermasalah. Kemudian di PTUN Bandung dibatalkan IMB-nya itu menjadi satu hal yang memang harus dibatalkan,” ujar Ust. Bernard kepada Kiblat.net via sambungan telepon pada Kamis, (20/03)

Beliau juga menambahkan bahwa apa yang diusahakan oleh warga Jatisampurna di Kalamiring ini menjadi satu kemenangan buat mereka, padahal seperti diketahui kasus ini sudah berlarut-larut. Ribuan umat Islam hadir mengikuti persidangan yang telah digelar sebanyak 19 kali, mereka datang tidak hanya dari Kota Bekasi, namun para aktifis dan umat Islam dari berbagai kota di Jawa Barat turut mengawal jalannya persidangan.

Ketua Umum FUI Bekasi ini juga menyatakan bahwa fakta penyalahan aturan yang dilakukan kaum nasrani dalam pembangunan Gereja Kalamiring ini menjadi bukti bahwa mereka akan menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan mereka.

“Sudah jelas apa yang dilakukan oleh pihak Kalamiring dalam perizinan pembangunan gereja itu sudah menyalahi aturan dengan banyak menipu dengan berbagai hal yang mereka lakukan. Ini menjadi satu alasan kenapa pembangunan-pembangunan gereja saat ini marak dengan izin-izin yang dimanipulasi. Ini memang satu hal yang mereka kerap lakukan,” pungkasnya. [sdqfajar]


Ust. Bernard Abdul Jabbar: Jangan Sampai Kasus Ciketing dan Yasmin Terulang!


KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua umum FUI Kota Bekasi, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menegaskan bahwa setelah PTUN Jawa Barat memutuskan IMB pembangunan Gereja Kalamiring batal demi hukum, maka pihak gereja harus menghormati putusan tersebut dan membongkar bangunan gereja.

Hingga saat ini, pihak Gereja St. Stanislaus Kostka di Kalamiring memang tetap bersikeras meneruskan pembangunannya meski menuai perlawanan dari masyarakat setempat. Berdasarkan pemantauan Kiblat.net di lapangan, bangunan Gereja Kalamiring telah mencapai 80% dari bangunan fisiknya.

“Apa yang sudah diputuskan seharusnya pihak gereja menghormati dan menghentikan pembangunan. Karena keputusan sudah diketok palu, kalau mereka terus membangun sebelum ada putusan hakim, ya itu sah saja mereka lakukan. Tapi kalau sudah diputuskan maka mereka tidak bisa lagi meneruskan pembangunan. Bahkan kalau perlu harus dibongkar,” tegas Ust Bernard kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Kamis, 20 Maret 2014.

Ulama yang pernah menjadi misionaris ini juga menyatakan bahwa isu Gereja Kalamiring ini belum selesai meski telah diputuskan bahwa IMB-nya dibatalkan, sehingga umat Islam jangan letih untuk mengawal hingga tuntas.

“Ini harus dikawal terus jangan sampai luput dari pantauan umat Islam. Bukan sampai disini. Ini perjuangan belum selesai,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi perjuangan masyarakat Jatisampurna di Kalamiring yang konsisten melakukan upaya penegakan kebenaran hukum, namun upaya ini “harus dikawal terus jangan sampai lengah dan kecolongan lagi”, tambahnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pihak Gereja untuk melakukan banding, Ustadz Bernard menyatakan bahwa jika mereka melakukan banding maka umat Islam juga akan ‘melayani’ mereka hingga kasus ini usai. Sebab, ini merupakan perjuangan aqidah yang wajib diperjuangkan oleh umat Islam. Hanya saja, ia memperingatkan agar umat Islam mewaspadai upaya pencitraan yang bisas dilakukan kelompok nasrani.

“Jangan sampai nanti timbulnya ada pencitraan lagi nih. Mereka akan melakukan pencitraan seolah-olah upaya mereka membangun gereja kemudian dicegah oleh umat Islam. Ini pasti akan terjadi. mereka gunakan sebagai pencitraan,” pungkasnya.

Berbagai upaya provokasi terhadap umat Islam memang kerap dilakukan oleh umat nasrani. Sebab itu, ust Bernard meminta umat Islam tetap waspada jangan sampai terulang kembali.

“Makanya umat Islam harus mewaspadai juga, seperti kasus Ciketing dan Gereja Yasmin akan berulang lagi. Jangan sampai itu berulang lagi,” tutupnya.

© 2013-2014 - Forum Umat Islam JatiSampurna - All Rights Reserved.
Maintaned by Webmaster